https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorEfek Near-Miss dalam Judi OnlineKebiasaan Bermain Permainan Slot OnlineJudi Online Mengubah Pengelolaan UangPemain Slot Mengejar Kemenangan BerulangKonten Maxwin di Media SosialIklan Judi Online Literasi DigitalPerbedaan Game dengan Judi OnlineMengejar Kekalahan dalam Judi OnlineDeposit Kecil Pengeluaran Slot MembesarKemenangan Pertama Memicu Kebiasaan BerjudiPaparan Konten Slot Media SosialKonten Slot Online pada AnakPromosi Bonus Deposit Judi OnlineJebakan Sunk Cost Judi OnlineGambler’s Fallacy dalam Judi OnlineJudi Online dan Keuangan KeluargaHadiah Acak dalam Slot OnlineIklan Digital Menuju Judi OnlineKonten Kemenangan Judi Online ViralDampak Judi Online Anak Mudakencang77Tinjauan Sosio Ekonomi Judi OnlineBahaya Game Digital Mirip JudiTanda Perilaku Adiktif Judi OnlineBahaya Mengejar Kekalahan Slot OnlineJebakan Balik Modal Game DaringPandangan Syariat Dampak Hasil JudiAnalisis Kesehatan Mental Pelarian SlotBahaya Slot Online Merusak KeluargaTipu Daya Fitur Lucky SpinEfek Kecanduan Judi Pada OtakBatas Etis Hukum Judi IslamLangkah Awal Pemulihan Berhenti JudiBahaya Berjudi Berkedok Game DigitalPenyebab Pemain Lupa Total KalahPemulihan Mental Finansial Bebas JudolMembangun Self Control Bebas SlotAlgoritma Slot Menang Jangka PanjangBahaya Chasing Losses Slot OnlinePengingat Prioritas Ibadah Bahaya SlotMenghentikan Kebiasaan Mengejar Kekalahan JudiOtak Tak Bedakan Hampir MenangBaccarat Poker Slot Digemari Anak MudaPinjol Modal Judi Ujungnya JurangPsikologi Hampir Jackpot Bikin NagihSbobet ke Ruang Sidang: KehancuranBonus Harian Judi Bikin NagihJudi Online di Grup WhatsApp KeluargaJackpot Palsu Hancurkan Ekonomi Rumah TanggaAnak Kos dan Slot OnlineTerapi Kognitif untuk Pecandu JudiMasjid dan Kampus Lawan JudiJudi Online vs Investasi: Mana Nyata?AI Bandar Kuras Kantong PemainMantan Pecandu Judi Menemukan Jati DiriKorban Judi Sulit Cari BantuanIklan Judi Racuni Generasi MudaFOMO Bikin Orang Terjebak JudiMaqashid Syariah vs Janji JackpotGen Z Tolak Jalan Pintas JudiJudi Pelarian Stres Pekerja MudaEdukasi News 84021Edukasi News 84022Edukasi News 84023Edukasi News 84024Edukasi News 84025Edukasi News 84026Edukasi News 84027Edukasi News 84028Edukasi News 84029Edukasi News 84030Edukasi News 84031Edukasi News 84032Edukasi News 84033Edukasi News 84034Edukasi News 84035Edukasi News 84036Edukasi News 84037Edukasi News 84038Edukasi News 84039Edukasi News 84040Edukasi News 84041Berita Seputar Dunia Digital 89941Berita Seputar Dunia Digital 89942Berita Seputar Dunia Digital 89943Berita Seputar Dunia Digital 89944Berita Seputar Dunia Digital 89945Berita Seputar Dunia Digital 89946Berita Seputar Dunia Digital 89947Berita Seputar Dunia Digital 89948Berita Seputar Dunia Digital 89949Berita Seputar Dunia Digital 89950Berita Seputar Dunia Digital 89951Berita Seputar Dunia Digital 89952Berita Seputar Dunia Digital 89953Berita Seputar Dunia Digital 89954Berita Seputar Dunia Digital 89955Berita Seputar Dunia Digital 89956Berita Seputar Dunia Digital 89957Berita Seputar Dunia Digital 89958Berita Seputar Dunia Digital 89959Berita Seputar Dunia Digital 89960Mahjong Ways dan Kemenangan InstanMenang Slot Belum Tentu UntungTop Up Berubah Menjadi TaruhanKoin Virtual Tetap Bernilai UangDeposit Slot Bukan Modal UsahaKemenangan Besar Bukan Rezeki HalalRisiko Bonus Free Spin SlotHitung Kerugian dari Riwayat DepositGame Berhadiah Berkedok Taruhan OnlinePromosi Judi dari Konten MaxwinMahjong Ways antara Hiburan MaysirKemenangan Slot Diputar Kembali LagiDeposit Kecil Tetap Sebuah TaruhanMengenali Mekanisme Spin Hadiah AcakJudi Online Bukan Jalan RezekiGaji Berubah Menjadi Saldo SlotPinjol untuk Deposit Menambah UtangPenyebar Link Slot Punya TanggungjawabPenghasilan Referral dari Judi OnlineMemahami Promosi Konten Kemenangan SlotModal Usaha dari Hasil TaruhanBedakan Hadiah Turnamen dan TaruhanBatas Kompetisi dan Maysir DigitalDeposit Slot Mengganggu Kepercayaan KeluargaLiterasi Istilah Scatter dan MaxwinKonten Bisa Mengenalkan Judi OnlineBias Kemenangan Slot Media SosialGame Berbayar Tidak Selalu JudiDakwah Mendidik tentang Risiko TaruhanBatas Hiburan Digital Keluarga MuslimSlot Online Bukan Sekadar HiburanTop Up Berubah Menjadi TaruhanMenang Slot Belum Tentu UntungPinjol Memperburuk Risiko Slot OnlineBatas Syariah Game Berhadiah UangTransaksi Slot dalam Ekonomi SyariahMenghitung Kerugian Nyata Judi OnlineWaspadai Iming-Iming Bonus Deposit GratisTaruhan Online Berkedok Game DigitalNilai Harta dalam Permainan OnlineEdukasi Judi Online Tanpa MempermalukanWaspadai Link Slot dari TemanBedakan Game Berbayar dan JudiTaruhan Online Mengancam Keuangan KeluargaJudi Online dan Hak KeluargaJudi Online Mengganggu Nafkah KeluargaBedakan Modal Usaha dan TaruhanDeposit Kecil Menjadi Pengeluaran RutinModal Bisnis dari Hasil TaruhanPenghasilan dari Promosi Slot OnlineKomisi Referral Judi Online BermasalahKonten Slot Mendorong Perilaku BertaruhJudi Online dalam Syariat IslamDeposit Kecil Tetap Termasuk MaysirTaruhan Kecil Tetap Mengandung MaysirKoin Virtual dalam Slot OnlineSpin Berhadiah Tidak Otomatis JudiMemahami Hadiah dalam Permainan OnlineKonten Slot Memicu Keinginan DepositPendidikan Syariah Menghadapi Judi DigitalBerita Syariah 7001Berita Syariah 7002Berita Syariah 7003Berita Syariah 7004Berita Syariah 7005Berita Syariah 7006Berita Syariah 7007Berita Syariah 7008Berita Syariah 7009Berita Syariah 7010Berita Syariah 7011Berita Syariah 7012Berita Syariah 7013Berita Syariah 7014Berita Syariah 7015Berita Syariah 7016Berita Syariah 7017Berita Syariah 7018Berita Syariah 7019Berita Syariah 7020Berita Syariah 7021Berita Syariah 7022Berita Syariah 7023Berita Syariah 7024Berita Syariah 7025Berita Syariah 7026Berita Syariah 7027Berita Syariah 7028Berita Syariah 7029Berita Syariah 7030Slot Online Dianggap Sekadar Hiburan, Bagaimana Syariat Islam Memandang Uang yang Dipertaruhkan?Dari Top Up hingga Taruhan Uang, Memahami Batas Game Digital dalam Hukum Ekonomi SyariahMenang Besar dari Slot Online Belum Tentu Untung, Mengapa Kerugian Sering Tidak Disadari Pemain?Uang Pinjol Dipakai untuk Slot Online, Mengapa Utang Tetap Menjadi Tanggungan meski Berharap Menang?Game Digital Berhadiah Uang Semakin Beragam, Kenali Batas Kompetisi dan Taruhan Menurut Syariat IslamBukan Sekadar Menang atau Kalah, Begini Hukum Ekonomi Syariah Memandang Transaksi Slot OnlineSulit Menyadari Berapa Banyak Uang yang Hilang karena Judi Online? Mulailah Memeriksa Riwayat DepositBonus Deposit, Cashback, dan Free Spin dalam Slot Online, Mengapa Kata “Gratis” Perlu Dipahami secara Kritis?Taruhan Online Dibungkus seperti Game, Kenali Mekanismenya sebelum Uang Ikut DipertaruhkanDari Saldo Digital hingga Uang Nyata, Bagaimana Syariat Islam Memandang Nilai Harta dalam Permainan Online?Judi Online Masuk ke Lingkungan Pertemanan, Bagaimana Mengingatkan Tanpa Mempermalukan?Ketika Teman Mengirim Link Slot Online, Memahami Batas Promosi dan Tanggung Jawab Digital dalam IslamGame Berbayar atau Judi Online? Kenali Perbedaannya dari Mekanisme Transaksi dan Uang yang DipertaruhkanTaruhan Online dan Keuangan Keluarga, Ketika Deposit Mulai Mengambil Uang untuk Kebutuhan RumahHukum Keluarga Syariah dan Judi Online, Mengapa Hak Pasangan dan Anak Tidak Boleh Diabaikan?Uang Belanja Berkurang karena Judi Online, Memahami Tanggung Jawab Nafkah dalam Keluarga MuslimJangan Keliru Menyebutnya “Modal Main”, Pahami Perbedaan Modal Usaha dan Uang Taruhan dalam Hukum BisnisDari Rp20 Ribu Menjadi Pengeluaran Rutin, Mengapa Deposit Kecil Tetap Perlu Dicatat?Menggunakan Uang Hasil Taruhan sebagai Modal Bisnis, Apa yang Perlu Dipahami Menurut Syariat Islam?Dibayar untuk Promosi Slot Online di Media Sosial, Bagaimana Syariat Islam Memandang Sumber Penghasilannya?Referral Judi Online Menjanjikan Komisi, Pahami Persoalan Bisnis dan Tanggung Jawab SyariahnyaKetika Konten Slot Berubah Menjadi Promosi, Kenali Batas antara Membahas dan Mengajak Orang BertaruhJudi Online dalam Perspektif Syariat Islam, Mengapa Niat Mencari Uang Tidak Membenarkan Semua Cara?Hukum Haram Bermain Slot Online Tidak Ditentukan Besar Kecilnya Deposit, Pahami Unsur Maysir di DalamnyaTaruhan Hanya Rp10 Ribu, Apakah Tetap Termasuk Maysir? Ini Prinsip yang Perlu DipahamiSlot Online Menggunakan Koin dan Kredit Virtual, Bagaimana Syariat Islam Memandang Nilai Harta di Balik Saldo Digital?Game Memiliki Spin dan Hadiah Acak Tidak Otomatis Judi, Kenali Unsur yang Perlu Diperiksa Menurut SyariatHadiah Besar dalam Game Online Belum Tentu Judi, Pahami Perbedaan Hadiah Kompetisi dan Uang Taruhan PemainDari Menonton Konten Slot hingga Tergoda Deposit, Mengapa Literasi Digital Perlu Dimulai dari Apa yang Kita Tonton?Pendidikan Syariah di Era Judi Digital, Mengapa Generasi Muda Perlu Memahami Maysir dan Risiko Taruhan Online?Fatwa Ulama tentang Judi Online, Mengapa Perubahan dari Kasino ke Aplikasi Tidak Mengubah Unsur Maysir?Ulama Ingatkan Bahaya Mencari Rezeki dari Taruhan, Bagaimana Islam Memandang Kemenangan Slot Online?Slot Online Menjanjikan Jackpot Besar, Mengapa Syariat Islam Tidak Menilai Kehalalan dari Menang atau Kalah?Dari Deposit hingga Withdraw, Memahami Aliran Uang dalam Slot Online dari Perspektif Hukum Ekonomi SyariahMenang Slot Lalu Bersedekah dari Hasil Taruhan, Apakah Niat Baik Mengubah Status Sumber Hartanya?Fatwa tentang Maysir di Era Digital, Apa yang Perlu Dipahami sebelum Menganggap Slot Online sebagai Permainan Biasa?Ulama dan Pendidikan Keluarga, Bagaimana Orang Tua Menjelaskan Bahaya Judi Online kepada Anak Tanpa Sekadar Melarang?Bonus Member dan Cashback Slot Online Terlihat Menguntungkan, Bagaimana Syariat Memandang Insentif dalam Aktivitas Taruhan?Mengajak Teman Daftar Judi Online demi Komisi Referral, Bagaimana Islam Memandang Penghasilan dari Promosi Taruhan?Berhenti Judi Online Tidak Harus Menunggu Balik Modal, Mengapa Mengejar Kemenangan Terakhir Justru Perlu Diwaspadai?Daily News Syariah 2089001Daily News Syariah 2089002Daily News Syariah 2089003Daily News Syariah 2089004Daily News Syariah 2089005Daily News Syariah 2089006Daily News Syariah 2089007Daily News Syariah 2089008Daily News Syariah 2089009Daily News Syariah 2089010Daily News Syariah 2089011Daily News Syariah 2089012Daily News Syariah 2089013Daily News Syariah 2089014Daily News Syariah 2089015Daily News Syariah 2089016Daily News Syariah 2089017Daily News Syariah 2089018Daily News Syariah 2089019Daily News Syariah 2089020Daily News Syariah 2089021Daily News Syariah 2089022Daily News Syariah 2089023Daily News Syariah 2089024Daily News Syariah 2089025Daily News Syariah 2089026Daily News Syariah 2089027Daily News Syariah 2089028Daily News Syariah 2089029Daily News Syariah 2089030daily news digital 389001daily news digital 389002daily news digital 389003daily news digital 389004daily news digital 389005daily news digital 389006daily news digital 389007daily news digital 389008daily news digital 389009daily news digital 389010daily news digital 389011daily news digital 389012daily news digital 389013daily news digital 389014daily news digital 389015daily news digital 389016daily news digital 389017daily news digital 389018daily news digital 389019daily news digital 389020daily news digital 389021daily news digital 389022daily news digital 389023daily news digital 389024daily news digital 389025daily news digital 389026daily news digital 389027daily news digital 389028daily news digital 389029daily news digital 389030
https://www.zeverix.comkencang77situs slot gacorEfek Near-Miss dalam Judi OnlineKebiasaan Bermain Permainan Slot OnlineJudi Online Mengubah Pengelolaan UangPemain Slot Mengejar Kemenangan BerulangKonten Maxwin di Media SosialIklan Judi Online Literasi DigitalPerbedaan Game dengan Judi OnlineMengejar Kekalahan dalam Judi OnlineDeposit Kecil Pengeluaran Slot MembesarKemenangan Pertama Memicu Kebiasaan BerjudiPaparan Konten Slot Media SosialKonten Slot Online pada AnakPromosi Bonus Deposit Judi OnlineJebakan Sunk Cost Judi OnlineGambler’s Fallacy dalam Judi OnlineJudi Online dan Keuangan KeluargaHadiah Acak dalam Slot OnlineIklan Digital Menuju Judi OnlineKonten Kemenangan Judi Online ViralDampak Judi Online Anak Mudakencang77Tinjauan Sosio Ekonomi Judi OnlineBahaya Game Digital Mirip JudiTanda Perilaku Adiktif Judi OnlineBahaya Mengejar Kekalahan Slot OnlineJebakan Balik Modal Game DaringPandangan Syariat Dampak Hasil JudiAnalisis Kesehatan Mental Pelarian SlotBahaya Slot Online Merusak KeluargaTipu Daya Fitur Lucky SpinEfek Kecanduan Judi Pada OtakBatas Etis Hukum Judi IslamLangkah Awal Pemulihan Berhenti JudiBahaya Berjudi Berkedok Game DigitalPenyebab Pemain Lupa Total KalahPemulihan Mental Finansial Bebas JudolMembangun Self Control Bebas SlotAlgoritma Slot Menang Jangka PanjangBahaya Chasing Losses Slot OnlinePengingat Prioritas Ibadah Bahaya SlotMenghentikan Kebiasaan Mengejar Kekalahan JudiOtak Tak Bedakan Hampir MenangBaccarat Poker Slot Digemari Anak MudaPinjol Modal Judi Ujungnya JurangPsikologi Hampir Jackpot Bikin NagihSbobet ke Ruang Sidang: KehancuranBonus Harian Judi Bikin NagihJudi Online di Grup WhatsApp KeluargaJackpot Palsu Hancurkan Ekonomi Rumah TanggaAnak Kos dan Slot OnlineTerapi Kognitif untuk Pecandu JudiMasjid dan Kampus Lawan JudiJudi Online vs Investasi: Mana Nyata?AI Bandar Kuras Kantong PemainMantan Pecandu Judi Menemukan Jati DiriKorban Judi Sulit Cari BantuanIklan Judi Racuni Generasi MudaFOMO Bikin Orang Terjebak JudiMaqashid Syariah vs Janji JackpotGen Z Tolak Jalan Pintas JudiJudi Pelarian Stres Pekerja MudaEdukasi News 84021Edukasi News 84022Edukasi News 84023Edukasi News 84024Edukasi News 84025Edukasi News 84026Edukasi News 84027Edukasi News 84028Edukasi News 84029Edukasi News 84030Edukasi News 84031Edukasi News 84032Edukasi News 84033Edukasi News 84034Edukasi News 84035Edukasi News 84036Edukasi News 84037Edukasi News 84038Edukasi News 84039Edukasi News 84040Edukasi News 84041Berita Seputar Dunia Digital 89941Berita Seputar Dunia Digital 89942Berita Seputar Dunia Digital 89943Berita Seputar Dunia Digital 89944Berita Seputar Dunia Digital 89945Berita Seputar Dunia Digital 89946Berita Seputar Dunia Digital 89947Berita Seputar Dunia Digital 89948Berita Seputar Dunia Digital 89949Berita Seputar Dunia Digital 89950Berita Seputar Dunia Digital 89951Berita Seputar Dunia Digital 89952Berita Seputar Dunia Digital 89953Berita Seputar Dunia Digital 89954Berita Seputar Dunia Digital 89955Berita Seputar Dunia Digital 89956Berita Seputar Dunia Digital 89957Berita Seputar Dunia Digital 89958Berita Seputar Dunia Digital 89959Berita Seputar Dunia Digital 89960Mahjong Ways dan Kemenangan InstanMenang Slot Belum Tentu UntungTop Up Berubah Menjadi TaruhanKoin Virtual Tetap Bernilai UangDeposit Slot Bukan Modal UsahaKemenangan Besar Bukan Rezeki HalalRisiko Bonus Free Spin SlotHitung Kerugian dari Riwayat DepositGame Berhadiah Berkedok Taruhan OnlinePromosi Judi dari Konten MaxwinMahjong Ways antara Hiburan MaysirKemenangan Slot Diputar Kembali LagiDeposit Kecil Tetap Sebuah TaruhanMengenali Mekanisme Spin Hadiah AcakJudi Online Bukan Jalan RezekiGaji Berubah Menjadi Saldo SlotPinjol untuk Deposit Menambah UtangPenyebar Link Slot Punya TanggungjawabPenghasilan Referral dari Judi OnlineMemahami Promosi Konten Kemenangan SlotModal Usaha dari Hasil TaruhanBedakan Hadiah Turnamen dan TaruhanBatas Kompetisi dan Maysir DigitalDeposit Slot Mengganggu Kepercayaan KeluargaLiterasi Istilah Scatter dan MaxwinKonten Bisa Mengenalkan Judi OnlineBias Kemenangan Slot Media SosialGame Berbayar Tidak Selalu JudiDakwah Mendidik tentang Risiko TaruhanBatas Hiburan Digital Keluarga MuslimSlot Online Bukan Sekadar HiburanTop Up Berubah Menjadi TaruhanMenang Slot Belum Tentu UntungPinjol Memperburuk Risiko Slot OnlineBatas Syariah Game Berhadiah UangTransaksi Slot dalam Ekonomi SyariahMenghitung Kerugian Nyata Judi OnlineWaspadai Iming-Iming Bonus Deposit GratisTaruhan Online Berkedok Game DigitalNilai Harta dalam Permainan OnlineEdukasi Judi Online Tanpa MempermalukanWaspadai Link Slot dari TemanBedakan Game Berbayar dan JudiTaruhan Online Mengancam Keuangan KeluargaJudi Online dan Hak KeluargaJudi Online Mengganggu Nafkah KeluargaBedakan Modal Usaha dan TaruhanDeposit Kecil Menjadi Pengeluaran RutinModal Bisnis dari Hasil TaruhanPenghasilan dari Promosi Slot OnlineKomisi Referral Judi Online BermasalahKonten Slot Mendorong Perilaku BertaruhJudi Online dalam Syariat IslamDeposit Kecil Tetap Termasuk MaysirTaruhan Kecil Tetap Mengandung MaysirKoin Virtual dalam Slot OnlineSpin Berhadiah Tidak Otomatis JudiMemahami Hadiah dalam Permainan OnlineKonten Slot Memicu Keinginan DepositPendidikan Syariah Menghadapi Judi DigitalBerita Syariah 7001Berita Syariah 7002Berita Syariah 7003Berita Syariah 7004Berita Syariah 7005Berita Syariah 7006Berita Syariah 7007Berita Syariah 7008Berita Syariah 7009Berita Syariah 7010Berita Syariah 7011Berita Syariah 7012Berita Syariah 7013Berita Syariah 7014Berita Syariah 7015Berita Syariah 7016Berita Syariah 7017Berita Syariah 7018Berita Syariah 7019Berita Syariah 7020Berita Syariah 7021Berita Syariah 7022Berita Syariah 7023Berita Syariah 7024Berita Syariah 7025Berita Syariah 7026Berita Syariah 7027Berita Syariah 7028Berita Syariah 7029Berita Syariah 7030Slot Online Dianggap Sekadar Hiburan, Bagaimana Syariat Islam Memandang Uang yang Dipertaruhkan?Dari Top Up hingga Taruhan Uang, Memahami Batas Game Digital dalam Hukum Ekonomi SyariahMenang Besar dari Slot Online Belum Tentu Untung, Mengapa Kerugian Sering Tidak Disadari Pemain?Uang Pinjol Dipakai untuk Slot Online, Mengapa Utang Tetap Menjadi Tanggungan meski Berharap Menang?Game Digital Berhadiah Uang Semakin Beragam, Kenali Batas Kompetisi dan Taruhan Menurut Syariat IslamBukan Sekadar Menang atau Kalah, Begini Hukum Ekonomi Syariah Memandang Transaksi Slot OnlineSulit Menyadari Berapa Banyak Uang yang Hilang karena Judi Online? Mulailah Memeriksa Riwayat DepositBonus Deposit, Cashback, dan Free Spin dalam Slot Online, Mengapa Kata “Gratis” Perlu Dipahami secara Kritis?Taruhan Online Dibungkus seperti Game, Kenali Mekanismenya sebelum Uang Ikut DipertaruhkanDari Saldo Digital hingga Uang Nyata, Bagaimana Syariat Islam Memandang Nilai Harta dalam Permainan Online?Judi Online Masuk ke Lingkungan Pertemanan, Bagaimana Mengingatkan Tanpa Mempermalukan?Ketika Teman Mengirim Link Slot Online, Memahami Batas Promosi dan Tanggung Jawab Digital dalam IslamGame Berbayar atau Judi Online? Kenali Perbedaannya dari Mekanisme Transaksi dan Uang yang DipertaruhkanTaruhan Online dan Keuangan Keluarga, Ketika Deposit Mulai Mengambil Uang untuk Kebutuhan RumahHukum Keluarga Syariah dan Judi Online, Mengapa Hak Pasangan dan Anak Tidak Boleh Diabaikan?Uang Belanja Berkurang karena Judi Online, Memahami Tanggung Jawab Nafkah dalam Keluarga MuslimJangan Keliru Menyebutnya “Modal Main”, Pahami Perbedaan Modal Usaha dan Uang Taruhan dalam Hukum BisnisDari Rp20 Ribu Menjadi Pengeluaran Rutin, Mengapa Deposit Kecil Tetap Perlu Dicatat?Menggunakan Uang Hasil Taruhan sebagai Modal Bisnis, Apa yang Perlu Dipahami Menurut Syariat Islam?Dibayar untuk Promosi Slot Online di Media Sosial, Bagaimana Syariat Islam Memandang Sumber Penghasilannya?Referral Judi Online Menjanjikan Komisi, Pahami Persoalan Bisnis dan Tanggung Jawab SyariahnyaKetika Konten Slot Berubah Menjadi Promosi, Kenali Batas antara Membahas dan Mengajak Orang BertaruhJudi Online dalam Perspektif Syariat Islam, Mengapa Niat Mencari Uang Tidak Membenarkan Semua Cara?Hukum Haram Bermain Slot Online Tidak Ditentukan Besar Kecilnya Deposit, Pahami Unsur Maysir di DalamnyaTaruhan Hanya Rp10 Ribu, Apakah Tetap Termasuk Maysir? Ini Prinsip yang Perlu DipahamiSlot Online Menggunakan Koin dan Kredit Virtual, Bagaimana Syariat Islam Memandang Nilai Harta di Balik Saldo Digital?Game Memiliki Spin dan Hadiah Acak Tidak Otomatis Judi, Kenali Unsur yang Perlu Diperiksa Menurut SyariatHadiah Besar dalam Game Online Belum Tentu Judi, Pahami Perbedaan Hadiah Kompetisi dan Uang Taruhan PemainDari Menonton Konten Slot hingga Tergoda Deposit, Mengapa Literasi Digital Perlu Dimulai dari Apa yang Kita Tonton?Pendidikan Syariah di Era Judi Digital, Mengapa Generasi Muda Perlu Memahami Maysir dan Risiko Taruhan Online?Fatwa Ulama tentang Judi Online, Mengapa Perubahan dari Kasino ke Aplikasi Tidak Mengubah Unsur Maysir?Ulama Ingatkan Bahaya Mencari Rezeki dari Taruhan, Bagaimana Islam Memandang Kemenangan Slot Online?Slot Online Menjanjikan Jackpot Besar, Mengapa Syariat Islam Tidak Menilai Kehalalan dari Menang atau Kalah?Dari Deposit hingga Withdraw, Memahami Aliran Uang dalam Slot Online dari Perspektif Hukum Ekonomi SyariahMenang Slot Lalu Bersedekah dari Hasil Taruhan, Apakah Niat Baik Mengubah Status Sumber Hartanya?Fatwa tentang Maysir di Era Digital, Apa yang Perlu Dipahami sebelum Menganggap Slot Online sebagai Permainan Biasa?Ulama dan Pendidikan Keluarga, Bagaimana Orang Tua Menjelaskan Bahaya Judi Online kepada Anak Tanpa Sekadar Melarang?Bonus Member dan Cashback Slot Online Terlihat Menguntungkan, Bagaimana Syariat Memandang Insentif dalam Aktivitas Taruhan?Mengajak Teman Daftar Judi Online demi Komisi Referral, Bagaimana Islam Memandang Penghasilan dari Promosi Taruhan?Berhenti Judi Online Tidak Harus Menunggu Balik Modal, Mengapa Mengejar Kemenangan Terakhir Justru Perlu Diwaspadai?Daily News Syariah 2089001Daily News Syariah 2089002Daily News Syariah 2089003Daily News Syariah 2089004Daily News Syariah 2089005Daily News Syariah 2089006Daily News Syariah 2089007Daily News Syariah 2089008Daily News Syariah 2089009Daily News Syariah 2089010Daily News Syariah 2089011Daily News Syariah 2089012Daily News Syariah 2089013Daily News Syariah 2089014Daily News Syariah 2089015Daily News Syariah 2089016Daily News Syariah 2089017Daily News Syariah 2089018Daily News Syariah 2089019Daily News Syariah 2089020Daily News Syariah 2089021Daily News Syariah 2089022Daily News Syariah 2089023Daily News Syariah 2089024Daily News Syariah 2089025Daily News Syariah 2089026Daily News Syariah 2089027Daily News Syariah 2089028Daily News Syariah 2089029Daily News Syariah 2089030daily news digital 389001daily news digital 389002daily news digital 389003daily news digital 389004daily news digital 389005daily news digital 389006daily news digital 389007daily news digital 389008daily news digital 389009daily news digital 389010daily news digital 389011daily news digital 389012daily news digital 389013daily news digital 389014daily news digital 389015daily news digital 389016daily news digital 389017daily news digital 389018daily news digital 389019daily news digital 389020daily news digital 389021daily news digital 389022daily news digital 389023daily news digital 389024daily news digital 389025daily news digital 389026daily news digital 389027daily news digital 389028daily news digital 389029daily news digital 389030

Kategori: Berita

  • Polisi Penolong KP XV 2009 Selamatkan Nelayan Hanyut di Perairan Selat Lembeh

    Polisi Penolong KP XV 2009 Selamatkan Nelayan Hanyut di Perairan Selat Lembeh

    Bitung — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai pelindung dan penolong masyarakat. Personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui kapal patroli **KP XV 2009** memberikan pertolongan kepada seorang nelayan yang mengalami kerusakan mesin dan hanyut di perairan Selat Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

    Peristiwa tersebut terjadi saat KP XV 2009 melaksanakan patroli rutin pengamanan wilayah perairan. Dalam patroli tersebut, personel Ditpolairud mendapati sebuah perahu nelayan dalam kondisi terapung dan tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat mesin yang mengalami gangguan teknis. Nelayan tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus karena tidak mampu mengendalikan perahunya.
    Menanggapi kondisi tersebut, personel KP XV 2009 dengan sigap melakukan upaya pertolongan. Awak kapal patroli segera mendekati perahu nelayan untuk memastikan keselamatan korban serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin yang rusak. Setelah memastikan nelayan dalam keadaan selamat, personel Ditpolairud langsung membantu melakukan perbaikan pada mesin perahu.

    Dengan keahlian dan kerja sama yang baik, personel berhasil memperbaiki kerusakan mesin sehingga perahu nelayan dapat kembali beroperasi. Setelah mesin dinyatakan normal, nelayan tersebut diarahkan untuk melanjutkan pelayaran dengan aman menuju lokasi tujuan.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri, khususnya Ditpolairud Polda Sulawesi Utara, dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pertolongan kepada masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan. Kehadiran polisi di laut diharapkan dapat memberikan rasa aman serta respon cepat terhadap situasi darurat yang dialami masyarakat.

    Ditpolairud Polda Sulut juga mengimbau kepada para nelayan agar selalu memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik sebelum melaut, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.

    Aksi cepat dan humanis personel KP XV 2009 ini mendapat apresiasi sebagai wujud nyata **Polisi Penolong** yang selalu hadir di tengah masyarakat, baik di darat maupun di perairan.

    #poldasulut
    #polisipenolong
    #airud
    #bitung

     

     

  • Kapolri Paparkan Layanan 110 Terintegrasi Command Center dan Smart City di Hadapan Komisi III DPR

    Kapolri Paparkan Layanan 110 Terintegrasi Command Center dan Smart City di Hadapan Komisi III DPR

     Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan optimalisasi layanan darurat kepolisian 110 yang kini terintegrasi dengan command center dan konsep smart city dalam Rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Kapolri menjelaskan, penguatan layanan 110 menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri berbasis digital dan terpusat. Layanan tersebut dirancang sesuai dengan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk respons darurat kepolisian.

    “Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan masyarakat, Polri melakukan penguatan pada beberapa simpul pelayanan utama, khususnya pelayanan polisi 110. Layanan ini sudah sesuai standar PBB, didukung command center dan monitoring center, serta terintegrasi dengan smart city sebagai pusat kendali,” ujar Kapolri di hadapan anggota Komisi III DPR.

    Kapolri menuturkan, Polri menetapkan standar waktu respons panggilan 110 selama maksimal 10 detik. Apabila panggilan tidak terjawab dalam rentang waktu tersebut, sistem secara otomatis akan mengalihkan panggilan ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Mulai dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri. Ini untuk memastikan tidak ada laporan masyarakat yang terlewat,” kata Sigit.

    Selain waktu respons panggilan, Polri juga menerapkan standar kecepatan kedatangan petugas ke tempat kejadian perkara (TKP) maksimal 10 menit. Ketentuan ini, menurut Kapolri, juga mengacu pada standar internasional PBB terkait quick response layanan darurat kepolisian.

    Layanan 110 Polri saat ini terintegrasi dengan berbagai instansi dan mitra, mulai dari Pemadam Kebakaran, rumah sakit daerah, perusahaan ojek daring, hingga hotline DPR RI. Integrasi lintas sektor tersebut memungkinkan penanganan laporan masyarakat dilakukan secara cepat dan terpadu.

     

    Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menegaskan penguatan peran command center dan monitoring center 110 sebagai pusat komando kendali komunikasi dan informasi pelayanan publik. Penguatan ini sejalan dengan pengembangan smart city berbasis road safety policing di sejumlah wilayah.

    “Saat ini kami mengembangkan model smart city berbasis road safety policing di Bandung, Yogyakarta, Solo, Bali, dan Medan. Ke depan akan terus kami dorong di kota-kota lain,” ujar Kapolri.

    Kapolri menambahkan, Polri juga menghidupkan kembali fungsi Pamapta berdasarkan Surat Keputusan Kapolri tertanggal 21 September 2025. Pamapta berperan mulai dari penerimaan laporan, tindakan pertama di TKP, penanganan perkara ringan, hingga pengendalian operasional harian.

    Seluruh kegiatan operasional tersebut didukung oleh digitalisasi melalui aplikasi Sistem Operasi Terpadu (SOT). Melalui aplikasi ini, keberadaan dan aktivitas personel di lapangan dapat dipantau secara real time.

    “Digitalisasi melalui SOT memungkinkan monitoring keberadaan anggota di lapangan saat pelaksanaan operasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih terukur dan akuntabel,” kata Kapolri.

  • Luar Biasa  Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Luar Biasa  Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya lebih memilih menjadi petani, ketimbang Menteri Kepolisian. Hal tersebut disampaikan Listyo menjawab usulan kedudukan Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Listyo mengaku telah mendapat pesan singkat yang berisi tawaran dirinya menjadi Menteri Kepolisian.

    “Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Menurut Listyo, meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden. Listyo menegaskan lebih baik dirinya dicopot sebagai Kapolri daripada institusinya diutak-atik menjadi Kementerian Kepolisian.

    “Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata dia.

    Kedudukan Polri Sebaiknya di Bawah Presiden

    Listyo menekankan kedudukan Polri memang sebaiknya tetap ada di bawah Presiden Republik Indonesia bukan Kemendagri. Menurutnya, berada di bawah komando presiden langsung akan membuat kerja Polri lebih efektif dan efisien.

    “Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” kata Listyo.

    Listyo menambahkan, setelah reformasi, Polri sudah terpisah dari TNI. Artinya, kini Polri memiliki momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur, akuntabilitas, dan mekanis, dan mempersiapkan diri menuju roadmap menjadi civilian police.

    Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 di mana Polri sebagai alat negara yang menjunjung keamanan. Artinya, sesuai mandat reformasi 1998, Polri ditempatkan di bawah Presiden.

    Selain itu, berdasarkan TAP MPR Nomor 7 ayat 2 juga mengatur bahwa Polri berada di bawah Presiden. Kemudian dalam Pasal 7 ayat 3 TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR RI.

    “Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan,” kata dia.

    “Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” sambungnya.

  • Momen Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Momen Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya lebih memilih menjadi petani, ketimbang Menteri Kepolisian. Hal tersebut disampaikan Listyo menjawab usulan kedudukan Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Listyo mengaku telah mendapat pesan singkat yang berisi tawaran dirinya menjadi Menteri Kepolisian.

    “Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Menurut Listyo, meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden. Listyo menegaskan lebih baik dirinya dicopot sebagai Kapolri daripada institusinya diutak-atik menjadi Kementerian Kepolisian.

    “Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata dia.

    Kedudukan Polri Sebaiknya di Bawah Presiden

    Listyo menekankan kedudukan Polri memang sebaiknya tetap ada di bawah Presiden Republik Indonesia bukan Kemendagri. Menurutnya, berada di bawah komando presiden langsung akan membuat kerja Polri lebih efektif dan efisien.

    “Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” kata Listyo.

    Listyo menambahkan, setelah reformasi, Polri sudah terpisah dari TNI. Artinya, kini Polri memiliki momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur, akuntabilitas, dan mekanis, dan mempersiapkan diri menuju roadmap menjadi civilian police.

    Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 di mana Polri sebagai alat negara yang menjunjung keamanan. Artinya, sesuai mandat reformasi 1998, Polri ditempatkan di bawah Presiden.

    Selain itu, berdasarkan TAP MPR Nomor 7 ayat 2 juga mengatur bahwa Polri berada di bawah Presiden. Kemudian dalam Pasal 7 ayat 3 TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR RI.

    “Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan,” kata dia.

    “Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” sambungnya.

  • Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya lebih memilih menjadi petani, ketimbang Menteri Kepolisian. Hal tersebut disampaikan Listyo menjawab usulan kedudukan Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Listyo mengaku telah mendapat pesan singkat yang berisi tawaran dirinya menjadi Menteri Kepolisian.

    “Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Menurut Listyo, meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden. Listyo menegaskan lebih baik dirinya dicopot sebagai Kapolri daripada institusinya diutak-atik menjadi Kementerian Kepolisian.

    “Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata dia.

    Kedudukan Polri Sebaiknya di Bawah Presiden

    Listyo menekankan kedudukan Polri memang sebaiknya tetap ada di bawah Presiden Republik Indonesia bukan Kemendagri. Menurutnya, berada di bawah komando presiden langsung akan membuat kerja Polri lebih efektif dan efisien.

    “Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” kata Listyo.

    Listyo menambahkan, setelah reformasi, Polri sudah terpisah dari TNI. Artinya, kini Polri memiliki momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur, akuntabilitas, dan mekanis, dan mempersiapkan diri menuju roadmap menjadi civilian police.

    Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 di mana Polri sebagai alat negara yang menjunjung keamanan. Artinya, sesuai mandat reformasi 1998, Polri ditempatkan di bawah Presiden.

    Selain itu, berdasarkan TAP MPR Nomor 7 ayat 2 juga mengatur bahwa Polri berada di bawah Presiden. Kemudian dalam Pasal 7 ayat 3 TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR RI.

    “Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan,” kata dia.

    “Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” sambungnya.

  • Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya lebih memilih menjadi petani, ketimbang Menteri Kepolisian. Hal tersebut disampaikan Listyo menjawab usulan kedudukan Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Listyo mengaku telah mendapat pesan singkat yang berisi tawaran dirinya menjadi Menteri Kepolisian.

    “Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Menurut Listyo, meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden. Listyo menegaskan lebih baik dirinya dicopot sebagai Kapolri daripada institusinya diutak-atik menjadi Kementerian Kepolisian.

    “Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata dia.

    Kedudukan Polri Sebaiknya di Bawah Presiden

    Listyo menekankan kedudukan Polri memang sebaiknya tetap ada di bawah Presiden Republik Indonesia bukan Kemendagri. Menurutnya, berada di bawah komando presiden langsung akan membuat kerja Polri lebih efektif dan efisien.

    “Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” kata Listyo.

    Listyo menambahkan, setelah reformasi, Polri sudah terpisah dari TNI. Artinya, kini Polri memiliki momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur, akuntabilitas, dan mekanis, dan mempersiapkan diri menuju roadmap menjadi civilian police.

    Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 di mana Polri sebagai alat negara yang menjunjung keamanan. Artinya, sesuai mandat reformasi 1998, Polri ditempatkan di bawah Presiden.

    Selain itu, berdasarkan TAP MPR Nomor 7 ayat 2 juga mengatur bahwa Polri berada di bawah Presiden. Kemudian dalam Pasal 7 ayat 3 TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR RI.

    “Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan,” kata dia.

    “Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” sambungnya.

  • Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

    Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

    Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya lebih memilih menjadi petani, ketimbang Menteri Kepolisian. Hal tersebut disampaikan Listyo menjawab usulan kedudukan Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Listyo mengaku telah mendapat pesan singkat yang berisi tawaran dirinya menjadi Menteri Kepolisian.

    “Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

    Menurut Listyo, meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden. Listyo menegaskan lebih baik dirinya dicopot sebagai Kapolri daripada institusinya diutak-atik menjadi Kementerian Kepolisian.

    “Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata dia.

    Kedudukan Polri Sebaiknya di Bawah Presiden

    Listyo menekankan kedudukan Polri memang sebaiknya tetap ada di bawah Presiden Republik Indonesia bukan Kemendagri. Menurutnya, berada di bawah komando presiden langsung akan membuat kerja Polri lebih efektif dan efisien.

    “Artinya, dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden. Sehingga di dalam melaksanakan tugasnya, Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” kata Listyo.

    Listyo menambahkan, setelah reformasi, Polri sudah terpisah dari TNI. Artinya, kini Polri memiliki momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur, akuntabilitas, dan mekanis, dan mempersiapkan diri menuju roadmap menjadi civilian police.

    Hal itu juga diperkuat dengan Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 di mana Polri sebagai alat negara yang menjunjung keamanan. Artinya, sesuai mandat reformasi 1998, Polri ditempatkan di bawah Presiden.

    Selain itu, berdasarkan TAP MPR Nomor 7 ayat 2 juga mengatur bahwa Polri berada di bawah Presiden. Kemudian dalam Pasal 7 ayat 3 TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR RI.

    “Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri. Polri bertanggung jawab terhadap keamanan,” kata dia.

    “Dan tentunya dengan kondisi yang ada, posisi Polri tentunya akan sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” sambungnya.

  • Profil Irjen Jhonny Edison Isir, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Kini Jadi Kadiv Humas Polri

    Profil Irjen Jhonny Edison Isir, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Kini Jadi Kadiv Humas Polri

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi maupun rotasi sejumlah Perwira Tinggi (Pati) hingga Perwira Menengah Polri. Sejumlah posisi strategis terkena rotasi, termasuk Kadiv Humas Polri. Irjen Pol Jhonny Edison Isir resmi ditunjuk sebagai Kadiv Humas Polri. Jhonny yang sebelumnya Kapolda Papua Barat menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho. Sandi mendapat amanah baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

    Adapun mutasi tertuang dalam Surat Telegram Nomor 99/I/KEP/2026 tertanggal 15 Januari 2026. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan mutasi besar-besaran tersebut. “Benar,” ucapnya, Sabtu (24/1/2026). Jhonny Edison Isir bukanlah nama baru di jajaran elite kepolisian. Jenderal bintang 2 kelahiran Jayapura, 7 Juni 1975 ini menjadi putra asli Papua pertama yang berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) tahun 1996.

    Jhonny Edison Isir bukanlah nama baru di jajaran elite kepolisian. Jenderal bintang 2 kelahiran Jayapura, 7 Juni 1975 ini menjadi putra asli Papua pertama yang berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) tahun 1996. Sebelum meniti karier di kepolisian, dia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara Magelang dan lulus pada 1993. Jhonny juga memiliki latar belakang akademis yang kuat dengan gelar Master Transnational Crime Prevention (MTCP) dari University of Wollongong, Australia. Karier Jhonny terbilang melesat cepat. Pengalamannya di bidang reserse membuatnya sering dipercaya menduduki jabatan-jabatan penting.

    Berikut perjalanan karier strategis Irjen Jhonny Edison Isir:

    2014: Kapolres Jayawijaya 2016: Kapolres Manokwari 2017: Ajudan Presiden Joko Widodo 2020: Kapolrestabes Medan 2021: Kapolrestabes Surabaya 2023: Wakapolda Sulawesi Utara 2023: Kapolda Papua Barat Sebelum ditarik ke Mabes Polri sebagai Kadiv Humas Polri, Jhonny menjabat Kapolda Papua Barat sejak Desember 2023. Selanjutnya, Kadiv Humas Polri sebelumnya Irjen Sandi Nugroho sekarang menjabat Kapolda Sumsel. Sandi menggantikan Irjen Pol Andi Rian Djajadi yang kini ditunjuk menjadi Wakalemdiklat Polri.

  • Kapolri Tunjuk Irjen Pol Sandi Nugroho Jabat Kapolda Sumsel

    Kapolri Tunjuk Irjen Pol Sandi Nugroho Jabat Kapolda Sumsel

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Pol Sandi Nugroho sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggantikan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

    Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang diterbitkan pada 15 Januari 2026. Sedangkan, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Sabtu, membenarkan adanya mutasi jabatan pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah Sumsel tersebut.

    “Iya benar, surat telegramnya sudah keluar. Mutasi merupakan hal yang biasa dalam organisasi Polri, selain sebagai bentuk pembinaan karier, promosi, dan penyegaran, juga untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan profesionalisme,” katanya.

    Ia menambahkan rotasi jabatan merupakan bagian dari penguatan organisasi Polri secara berkelanjutan.

    Terkait pelaksanaan upacara serah terima jabatan, Polda Sumsel saat ini masih berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk penentuan jadwal pelaksanaannya.

    “Untuk serah terima jabatan, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” kata Nandang.

    Irjen Pol Sandi Nugroho sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri selama sekitar tiga tahun sejak Februari 2023. Pengalamannya di bidang kehumasan Mabes Polri dinilai menjadi bekal penting dalam memimpin satuan kewilayahan dengan karakteristik masyarakat yang beragam dan dinamis seperti Sumatera Selatan.

  • Takmir Masjid Agung Medan H. Yuslin Siregar Bersyukur dan Ucapkan Selamat Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho Jadi Kapolda Sumsel

    Takmir Masjid Agung Medan H. Yuslin Siregar Bersyukur dan Ucapkan Selamat Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho Jadi Kapolda Sumsel

    Takmir Masjid Agung Medan bersama sejumlah jamaah masjid kebanggaan Sumatera Utara itu bersyukur dan mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel).

    Ungkapan syukur dan doa tersebut disampaikan H Yuslin Siregar, Ketua Bidang Kemakmuran BKM Masjid Agung Medan, yang juga Sekretaris Badan Kenaziran, Sabtu (24/1/2026).

    Ia menyebut penunjukan Irjen Pol. Sandi Nugroho sebagai Kapolda Sumsel merupakan amanah besar sekaligus kepercayaan negara atas rekam jejak dan integritas yang bersangkutan.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur dan turut mendoakan agar Irjen Pol. Sandi Nugroho senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian di Sumatera Selatan. Beliau sosok yang dekat dengan masjid dan jamaah,” ujar H. Yuslin Siregar.

    H. Yuslin mengungkapkan, selama bertugas di Medan sebagai Kapolrestabes Medan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, yang juga alumni Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), dikenal sebagai jamaah Masjid Agung Medan. Kedekatan itu bukan sekadar formalitas, melainkan terbangun secara alami dalam kebersamaan ibadah.

    Bahkan setelah tidak lagi bertugas di Medan, lanjut H. Yuslin, Irjen Pol. Sandi Nugroho tetap menunjukkan kecintaannya kepada Masjid Agung Medan

    Setiap kali singgah di Kota Medan, ia selalu berupaya meluangkan waktu untuk beribadah di Masjid Agung, terutama melaksanakan salat Subuh berjamaah.

    “Kami melihat beliau konsisten menjaga hubungan spiritual dengan masjid. Ini menjadi teladan baik, bahwa di tengah kesibukan dan tanggung jawab besar sebagai perwira tinggi Polri, nilai-nilai keimanan tetap dijaga,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan Polri. Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Kapolda Sumatera Selatan.

    Dalam mutasi tersebut, Irjen Pol. Sandi Nugroho ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel, menggantikan Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi yang dimutasi sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

    Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/II/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026, yang merujuk pada Keputusan Kapolri Nomor KEP/62/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

    Irjen Pol. Sandi Nugroho merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 dengan predikat Adhi Makayasa. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang kehumasan dan operasional kepolisian, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Dengan latar belakang tersebut, ia diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri di Provinsi Sumatera Selatan.

    Bagi jamaah Masjid Agung Medan, amanah baru yang diemban Irjen Pol. Sandi Nugroho menjadi kebanggaan tersendiri.

    Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai pemimpin institusi, tetapi juga sebagai pribadi yang dekat dengan masjid, jamaah, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi pengabdian kepada bangsa dan negara